Pages

Selasa, 18 Juni 2013

Makalah Pegas Untuk Praktikum Fisika Dasar I Semster I (Jurusan Fisika)

I.                  PENDAHULUAN
Pegas  menjadi benda yang sudah biasa bagi kita. Dalam sehari-hari kita sering memanfaatkannya baik untuk membantu memperingankan pekerjaan kita maupun diaplikasikan kedalam konsep lain. Misalnya sepeda motor, seandainya tidak ada pegas yang menopang kita, maka kita akan merasa tidak nyaman dalam menaiki sepeda motor tersebut ketika kita melewati jalanan yang tidak rata maupun berlubang. Penerapan pegas yang lainnya seperti terdapat pada standar sepeda, tanpa ada pegas pada standar sepeda maka standar tidak akan kembali lagi ke posisi vertikal. Dan masih banak lagi aplikasi pegas dalam kehidupan sehari-hari kita.
Ketika suatu pegas di tarik lalu kita lepaskan  maka pegas akan kembali lagi ke bentuk atau posisi semula dan hal inilah yang di maksud dengan gaya pegas. Pegas juga memiliki sifat yang unik, yaitu sifat elastis. Untuk lebih mendalami tentang pegas, kita akan menguraikannnya dalam makalah ini.

II.               RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian pegas
2.      Pegas dalam fisika
3.      Penerapan pegas dalam kehidupan sehari-hari

III.             PEMBAHASAN
1.      Pengertian Pegas
Pegas adalah suatu komponen yang berfungsi untuk
menerima beban dinamis,  dan memiliki sifat keelastisitasan. Pegas juga dapat disebut sebagai benda lentur  dalam artian dia dapat kembali ke posisi semula meskipun telah mendapat gaya dari luar[1].
Dengan kondisi pembebanan yang diterima tersebut, material pegas harus memiliki kekuatan elastik tinggi dan diimbangi juga dengan ketangguhan yang tinggi. Salah satu jenis pegas yang umum digunakan pada kendaraan bermotor roda empat adalah pegas daun. Pada apalikasinya pegas daun umumnya digunakan untuk menahan beban kendaraan roda empat pada bagian roda belakang.



2.      Pegas dalam Fisika
Gaya Pegas
Gaya yang  dimiliki oleh benda yang bersifat elastis atau elastisitas, sedangkan elastisitas itu sendiri adalah kemampuan suatu benda untukkembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda tersebut dihilangkan (dibebaskan).[2]
Dalam gaya pegas terdapat tegangan, regangan, modulus elastis, dan Hukum Hooke.
a.       Tegangan yaitu hasil bagi antara  gaya tarik F yang dialami kawat dengan luas penampangnya A. Dan dapat dirumuskan sebagai berikut :

   atau  

dengan satuannya  atau Pa[3]
b.      Regangan adalah  hasil bagi antara pertambahan panjang  dengan panjang awalnya L. Dapat dirumuskan sebagai berikut :

  atau

c.       Modulus Elastis yaitu perbandingan antara tegangan dan regangan yang dialami bahan. Berikut rumusnya :

  atau 

Satuannya untuk E =   atau  Pa
Modulus elastis sering juga disebut  dengan modulus Young (diberi lambang ).[4]



d.      Hukum Hooke :”Jika gaya tarik tidak melampui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.”[5]
Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :

 

Satuan k (tetapan pegas) =

 
Keterangan :          A = Luas penampang ()
                              E  = modulus elastis bahan ()
                              L  = panjang bebas benda (m)
Contoh soal :
·         Seutas kawat mempunyai luas penampang 4  ditarik oleh gaya 3.2 N sehingga panjangnya bertambah dari 80 cm menjadi 80,4 cm. Hitunglah besarnya tegangan, regangan, dan modulus elastis kawat!
Penyelesaian :
A = 4 = 4.
F  = 3,2 N

Jawab :
 



·         Sebuah pegas bertambah panjang 4 cm ketika ditarik oleh gaya 12 N.
a.       Hitunglah pertambahan panjang pegas jika ditarik oleh gaya 6 N!
b.      Berapakah gaya tarik yang diperlukan untuk merenggangkan pegas sejauh 3 cm?
Penyelesaian :
 
a.       Gaya
b.      Pertambahan panjang
3.      Penerapan Pegas dalam Kehidupan Sehari-hari
a.       Furniture
Pada pembuatan sofa, springbad, dan juga kursi yang berbahan ban bekas merupakan salah satu aplikasi dari pegas.
b.      Alat Berburu
Seperti katapel, dan panah, konsep pegas juga terdapat pada alat-alat berburu.
c.       Olahraga
Di dalam olahraga pun pegas juga digunakan untuk mendukung konsepsinya. Misalnya pada lompat galah dan skyjumping.[6]
Dan masih banyak lagi penerapan pegas dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terlalu banyak untuk kita menguraikannya satu persatu.






IV.           KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas, kita ketahui bahwa sebenarnya pegas sudah ada sejak zaman dulu ketika para raja-raja di tanah air memanfaatkan pegas untuk membuat panah. Zaman sekarang pun pegas semakin banyak digunakan dalam menunjang aktifitas manusia, tapi hal ini jarang sekali disadari oleh kebanyakan orang. Dalam suatu gaya pegas akn di dapat beberapa aspek yaitu tegangan, regangan, modulus elastis dan hukum hooke. Semua aspek itu saling berhubungan satu sama lain dalam menentukan nilai dari suatu gaya pegas.
V.               PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi kita semua umumnya. Dalam pembuatan makalah ini kami sadari banyak kekurangan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangnun supaya dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.



















DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar, Junaidi.2000.Pintar Fisika.Grahadi:Jakarta
N.N.2008.Modul SMA kelas XI semester 1.Multi Grafika:Surabaya
Foster, Bob.2006.Fisika SMA XI.Erlangga:Jakarta
Anthon J. Esomar.2006.Pelajaran Fisika XI.Erlangga:Jakarta



[1] Bob Foster, Fisika SMA kelas XI, Jakarta: Erlangga, 1997, hal 108
[2] Modul SMA kelas XI smt 1, hal 26
[3] Modul SMA kelas XI smt 1, hal 27
[4] Junaidi Bachtiar, Pintar Fisika, Grahadi:Surakarta, 2000, hal 50
[5] Junaidi Bachtiar, Pintar Fisika, Grahadi:Surakarta, 2000, hal 53
[6] Junaidi Bachtiar, Pintar Fisika, Grahadi:Surakarta, 2000, hal 57

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Share This

About

Humoris, suka senyum-senyum sendiri, rada gila tapi dikit, dan yang jelas baik hati dan tidak sombong

Search File On

f4shared.com - Free file sharing and storage

Shout Box